Japan Overdrive Tampilkan Budaya Jepang

Wow oh oh oh oh oh
The pain and the pleasure All come together
There is no reason why
Wow oh oh oh oh oh
The pain and the pleasure All come together
There’s no reason why
actasurya.com – Bagi pencinta anime, kiranya tak lagi asing dengan baris kalimat di atas. Ini merupakan potongan lirik lagu dari “Seven Deadly Sins”, yang menjadi soundtrack opening anime Nanatsu No Taizai. Lagu yang dibawakan oleh grup band “Man With Mission” ini di-cover oleh Neo Beings dalam acara Japan Overdrive 2015, Minggu (27/12).

Neo Beings merupakan salah satu band yang tampil dalam live japanese music di acara Japan Overdrive ke-6 ini. Sekitar 23 grup band yang turut meramaikan acara pementasan budaya Jepang ini. Di antaranya,  Akiba Street, Anonim, Chocolatino, Hyn, Kiseki dan masih banyak lainnya.

Grup band yang datang tidak hanya datang dari dalam Kota Surabaya saja. Tidak sedikbit dari luar kota, seperti Sidoarjo dan Malang. Bahkan ada yang datang jauh-jauh dari Karawang, Raiku. Masing-masing dari mereka membawakan musik-musik berasal dari Negeri Sakura. Semisal lagu dari JAM Project, Megitsune – Babymetal, Senbonzakura – Hatsune Miku dan lain sebagainya.

Japan Overdrive adalah agenda tahunan yang diadakan Komunitas Jepang Surabaya (Kojtsu). Di dalamnya, berbagai macam rangkaian acara ditampilkan. Selain live japanese music, acara ini turut dimeriahkan dengan dance cover yang ditampilkan oleh Senbatsu Cosura.

“Dalam acara ini, juga ada perform dari para finalis Road to Japan Overdrive,” kata Jundi, salah satu panitia dalam Japan Overdrive ini. Ia menjelaskan, sebelumnya dilakukan kompetisi live music Japan. Terdapat 3 tahapan seleksi yang harus dilewati. Pertama, para peserta mengirimkan video live music grup band masing-masing. Kemudian setelah diseleksi, tahap kedua dan ketiga dengan melihat live performance di atas panggung. Dari sekian banyaknya perserta, terpilih lima grup band – Notice Me Senpai (Surabaya), Neo Being (Surabaya), Hyakushiki (Malang), Daijoubu (Malang) dan Raiku (Karawang).

Tak hanya itu, di luar panggung berdiri berbagai macam stan makanan dan aksesoris bernuansa serba Jepang. Semisal bazar Nyo-Sis, Onigiri Rainbow, Ramen, Otaku Art, Pat-Tat dan lain sebagainya. (faz/ dok)