Jamaah Sasak, Wadah Kembangkan Bisnis

Acara JS Festival Jamaah Sasak di Hotel Pesona, (2/1/17).

Actasurya.com – Memilih menjadi pengusaha bukanlah hal yang mudah bagi kebanyakan orang, dimana mereka harus memiliki inovasi baru, mampu membagi waktu, serta berani dalam mengambil resiko, ketika usaha yang ditekuni tak berjalan dengan baik dan mengalami berbagai masalah. Kerap masalah yang dihadapi, seperti financial tak mencukupi, tingkat konsumen yang rendah dan bahkan terkena tipu. Dari hal itulah, membuat seseorang yang sedang memulai bisnis, cukup was-was akan hal tersebut.

Melihat kondisi seperti itu, membuat Abdurachman Hussin warga Sidodadi Kulon ini, membuat sebuah komunitas berbasis bisnis bernama Jamaah Sasak yang terdiri dari berbagai pengusaha, baik jenis usaha yang masih kecil maupun besar dan sebagai wadah sharing bisnis untuk mensukseskan ataupun memperbesar suatu bisnis para anggotanya.

Komunitas ini berdiri bulan April 2016 lalu, yang awalnya hanya sekumpulan orang pekerja wirausaha di kampung Sasak, Ampel yang berada di grup BBM, dimana tiap tahun anggotanya makin bertambah hingga memiliki berbagai grup lain seperti Whatssap dan Fecebook. Jamaah Sasak sendiri berasal dari suatu nama jalan yang berada di ampel yaitu Jalan Sasak dan Jamaah memiliki arti perkumpulan orang.

Komunitas Jamaah Sasak sedang berfoto bersama dihotel Pesona dalam rangka JS Festival (2/1/17).

Hingga kini, anggota Jamaah Sasak mencapai 2000 anggota diseluruh Indonesia, sedangkan di Surabaya sendiri mencapai 1000 , khususnya di kawasan Ampel mencapai 800 orang ” kita sistemnya disini uhkuwah yang berarti kebersamaan, tidak heran jika anggota Jamaah sasak bisa menjadi sebanyak itu,” ucapnya. Anggota komunitas ini, terdiri dari berbagai sub bidang mulai dari bisnis berjualan makanan, aksesoris, properti, baju. Namun kebanyakan di bisnis makanan dan baju.

Meski berpusat di Kawasan wisata religi Sunan Ampel komunitas ini juga memiliki anggota dari beberapa wilayah di Indonesia seperti di Tuban, hingga sampai ke luar negeri seperti di Belanda dan Malaysia. “Jadi kita sampai ke luar negeri itu, ya karna kita punya banyak jaringan atau kenalan,’’ ujar laki- laki lulusan ekonomi dan manajemen ini.

Selain bergelut di dunia bisnis, Jamaah Sasak setiap dua kali dalam setahun rutin mengadakan event besar hingga dakwah pengajian yang di lakukan satu kali dalam seminggu dan setiap satu tahun dua kali juga mendatangkan anak yatim. Tak hanya itu, arisan rutin dan bentuk kegiatan social pun juga menjadi agenda dalam komunitas ini.

Adapun bentuk kegiatan sosial yang di lakukan setiap bulannya yaitu melakukan donasi, untuk membantu orang yang tidak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan program pemerintah dibidang kesehatan. Bantuan tersebut di mulai dari biaya rumah sakit, pengobatan, perawatan hingga pulih.

Dari adanya Jamaah sasak ini, diharap dapat membantu perekonomian masyarakat baik dari warga ampel sendiri maupun masyarakat lainya yang sesuai visi dan misi komunitas ini, yaitu menciptakan konglemerat muslim dan mensukseskan bisnis ” Saya berharap bisa meningkatkan taraf hidup anggota, dengan banyak menjalin kerja sama kepada margent-margent yang selalu saya kirim ke anggota,” harapnya. (N/F: cla)