Impian Kuburan Band

Impian Kuburan Band
Bikin Video Klip Di Atas Suramadu

Blantika musik Indonesia kembali di warnai kehadiran band baru. Dia adalah Kuburan Band. Bermaksud dengan tidak mengkotak-kotakan musik, Kuburan mendeklarasikan genremusik ala mereka Metal Hidrolik. Media musik dan panggung merupakan alat yang dirintis oleh Kuburan.

Ditemui di Colours Pub&Resto pada Selasa (9/6) grup band yang di gawangi Priya (Vokal), Dino (Dramer), Raka (Gitaris), Denny (Bassist), Donny (Melodi), Udhe (Keybord) mempunyai impian membuat video klip di atas jembatan Suramadu. “Kita ingin sekali bikin video klip di Sepanjang Suramadu, Insya Allah tahun 2009 bisa terlaksana,” kata Priya usai unjuk performance.
Terbentuk tahun 2001. Awalnya, kuburan bermusik di jalur Independen (indie). “Kita awalnya teman satu kampus. Namun, setelah main 3 kali kita menyatakan bubar. Karena ada personil yang keluar,” papar mojang Bandung ini pada muffinews.com.
Dengan berbagai rintangan, keberanian dan keyakinan, tahun 2006 kita melepaskan album perdana bertajuk Greatest Hits Vol.2. “Di album ini berisikan 14 lagu dengan berbagai jenis musik, mulai dari DANGKER (dangdut Keras) hingga musik Kolosal,” ujar Dino sang Drumer.
Sukses melambungkan karya-karya diantaranya A Letter To Euis , Tua Tua Klabing (feat.Ratu Akay), 23 Tahun, Kembang Sekolah dan Urie Udah Gede.
Selain sanggup merangsang minat masyarakat ramai untuk berapresiasi dalam musik multigenre. Kuburan mampu menyuguhkan aksi panggung dan musikalitas yang tidak main-main tetapi menghibur dengan komunikasi dua arah yang terpadu.
Saat di tanya siapa inspirasi make up dan busana yang terkesan eksentrik serta tarian yang selalu hadir dalam rangkaian aksi pentas kuburan. Band yang terkesan angker tapi gokil ini sangat tertarik dengan penampilan Ateng dan Iskak.
” “Ini terinspirasi Ateng dan Iskak dalam acara Ria Jenaka. Dulu waktu kecil ngelihatnya ngeri. Tapi kenapa kakak-kakak aku dan orang tua pada ketawa? Jadi aku pengen kayak gitu. Terlihat menyeramkan tapi malah menghibur,” ujar Pecinta gadis Surabaya mengakhiri wawancara. foto/naskah : Qusnul )