Hancok : Ruang Berekspresi Para Penggiat Seni

actasurya.com – HANCOK (Hari Seni Cokro) adalah sebuah apresiasi kesenian dengan semangat gotong-royong. Acara yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai 15 Desember hingga 17 Desember 2017 pukul 16.00 s/d 22.00 wib di Warung Mbah Cokro Jl. Raya Prapen No. 22 Surabaya ini, berfungsi sebagai ruang alternatif bagi penggiat seni untuk berekspresi.

“Nama HANCOK sendiri memiliki makna tak sekedar singkatan semata, lebih jauh dari itu, HANCOK adalah metafora kata yang digunakan untuk memvisualisasikan ekspresi dari rasa bersyukur kami dan kebebasan berkarya untuk para penggiat kesenian. Namun tetap dalam koridor moral menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia,” ujar Zulfikar Firdaus selaku Ketua Pelaksana.

Melalui seni pertunjukkan, seni musik, art work, mural, pameran fotografi, pemutaran film, hingga berbagai kegiatan workshop.

Pengunjung menikmati pameran art work di salah satu sudut venue yang ada di Hari Seni Cokro.

Pengunjung dapat menikmati hiburan sekaligus edukasi secara lengkap. Ali Gardy seniman musik dengan lantunan Sape alat musik khas dayak mengawali pertunjukkan event ini. Hari semakin petang, tampak pengunjung mulai berdatangan.

Setelah pertunjukan musik, pengunjung juga disuguhkan pentas ludruk yang ditampilkan The Luntas yang merupakan grup ludruk dari Surabaya. Lelucon demi lelucon mulai menghibur para pengunjung, sembari terdengar gelak tawa dari para penonton yang menikmati pertunjukan tersebut .
Tersedia pula stand para industri kreatif untuk memamerkan karyanya.

Pengunjung tak hanya melihat karya yang dipamerkan namun sebagian juga membeli, industri kreatif yang berpartisipasi diantarannya Idea Craft, Mursalnation, Kopi Cukil, Luntas Merch, Bunuhdiri Merch, Rumah Atas Toko dan tak ketinggalan Swastika Merch yang menyuguhkan jasa sablon bertema HANCOK.

“Kami merasa terfasilitasi dengan adanya acara ini, dimana venue yang ada sesuai ekspetasi dimana kami sebagai penggiat seni dapat menyuguhkan karya seni sesuai selera pengunjung. Kami berharap kedepannya muncul ruang-ruang alternatif baru seperti mbah cokro ini, agar kreatifitas anak-anak muda sebagai penggiat seni dapat lebih tersalurkan,” Ujar Poendra Rama Aditya sebagai pemilik Stand Swastika Merch.

Di acara ini juga terdapat beberapa grup lain sebagai pengisi acara, diantarannya Sanggar Lidi, pemusik Iksan Skuter, penggiat visual art Bunuhdiri Revolt, serta seniman lokal lainnya. Tak hanya seniman lokal, HANCOK ini kedatangan seniman dari mancanegara Paul Piolet (Perancis) dan Bjorn Vaughn (Spanyol). Para seniman tersebut diberikan kesempatan menampilkan karyanya selama event berlangsung.

“Besar harapan kami, HANCOK dapat menjadi stimulus bagi kemandirian seniman dan pelaku usaha di Surabaya untuk terus memberikan kontribusi secara nyata dalam melakukan perbaikan kualitas SDM melalui kegiatan berkesenian yang mengedukasi, dan perbaikan hidup melalui kegiatan bisnis berbasis industri kreatif,” Ucap Zulfikar Firdaus. (N/F:Fitri,Erik)