Fokus Pemilu Ketua IKA Stikosa-AWS

Actasurya.com – Ketidakikutsertaan alumni dalam acara Dies Natalies Stikosa-AWS ke-48, seakan membuat keberadaannya menghilang dari pandangan. Hal itu dikarenakan untuk saat ini alumni lebih fokus pada Pemilu Ketua Ikatan Alumni (IKA) Stikosa-AWS.

“Tahun ini fokus ke Pemilu Ketua IKA Stikosa-AWS. Lagi pula dalam satu tahun terakhir, pengelola kampus Stikosa-AWS secara terang-terangan menolak kehadiran kami (alumni, Red). Setelah era Ismojo,” tegas Hendro D. Laksono, alumni yang tergabung pada Forum Progresif Stikosa-AWS (FOR PRO AWS), Jum’at (9/11).
Hedro menambahkan, Buyung (Ketua IKA Stikosa-AWS periode lalu, Red) siap menggelar pemilu dengan melibatkan FOR PRO AWS. Namun prosesnya panjang dan baru terealisasi November ini. Seandainya bulan-bulan lalu terealisasi, November ini bisa bakar-bakar kampus. Tapi belum tentu juga, pihak kampus tidak menghendaki alumni masuk wilayah kampus.

Adanya jarak ini yang membuat mahasiswa kurang bisa berinteraksi secara langsung dengan alumni. Namun Hendro membantah hal ini. “Tidak. Saya dengan beberapa kawan lain, tetap berinteraksi dengan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang datang ke kantor, cerita tentang kampus, persoalan lapangan kerja, dan lain-lain,” sanggah alumni yang sempat mengajar mata kuliah media on line ini.

Menurut Hendro, selama ini mahasiswa dengan alumni akrab. Ketika alumni tidak beraktifitas di kampus, faktanya mahasiswa santai saja. Sehingga sekarang fokus di alumni. “Kampus menolak kami (alumni, Red) dan mahasiswa santai. Jadimending urusan sama alumni. Kalau mahasiswa masih butuh kami (alumni, Red), ya ngobrol santai saja,” terangnya.

Terkait hal ini, Helmy Yuniar, mahasiswa angkatan 2007, Jum’at (9/11) menanggapi bahwa, akan timbul kerugian bila alumni dipaksa tidak boleh bersentuhan dengan mahasiswa. Seperti jalinan silaturahmi yang kurang harmonis, kurangnya ekspos media terhadap prestasi Stikosa-AWS, serta kemajuan kampus mulai dari akademis, infrastruktur, hingga kegiatan mahasiswa akan menurun gairahnya. Mahasiswa baru juga akan merasakan dampak jalinan silaturahmi yang kurang harmonis. (N/F: Tito/internet)