Flash Mob Gerakan Anti Perpecahan

Actasurya.com – Flash Mob dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan untuk melakukan suatu hal seperti lelucon konyol yaitu berteriak selama 30 detik dan cepat menyebar. Kemarin, (5/10) sekitar 674 siswa-siswi SMA Ta’miriyah kemarin melakukan flash mob dengan kompak.

Siswa-siswa ini tampak ikut bergoyang sambil sesekali tertawa mengikuti gerakan. Flash mob yang diiringi official theme song Asian Games 2018 “Meraih Bintang” versi Via Vallen digelar sebagai bentuk solidaritas pelajar terhadap maraknya kerusuhan, perpecahan antar pelajar atau yang lagi santer, kerusuhan antar suporter sepak bola yang sampai menelan korban jiwa yang kian meresahkan.

Gerakan flash mob yang dipimpin dari anak-anak ekstrakulikuler tari ini mengajak semua siswa mulai dari kelas sepuluh hingga kelas duabelas untuk kumpul di lapangan dan berjoget. Dengan semangat, mereka melakukan flash mob walaupun dibawah teriknya sinar matahari.

Para siswa tetap semangat dan kompak mengikuti gerakan flash mob di lapangan sekolah (5/10).

Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Polrestabes Surabaya. Aiptu Yuli S, anggota dari Binmas Polrestabes Surabaya,  menjelaskan bahwa dengan adanya flash mob seperti ini baik untuk memberikan contoh kepada para remaja seusia mereka, agar tidak mau terpengaruh dengan hal-hal negatif.

“Dari gerakan flash mob yang diriingi lagu yang semangat ini, terus mengandung nilai-nilai positifnya, bisa menumbuhkan rasa solidaritas dihati mereka, menumbuhkan semangat untuk berprestasi, kalau kita menang ya solidaritas kalaupun kalah ya harus sportifitas sesama teman, tak ada tawuran dan secamnya,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, tujuan dari aksi tersebut juga untuk membangun rasa cinta terhadap lingkungan sekolah yang menjadi lingkungan pertama mereka untuk menimbah ilmu. Karena pola pikir dan mental anak remaja itu sangat labil dan mudah terpengaruh oleh kalangan diluar lingkungan sekolah.

“Jadi dengan adanya gerakan flash mob ini diharapkan bisa mencintai sekolahnya sebelum mereka mengabdi kepada Negara, karena kalau kita sudah mencintai sekolah kita, hati kita akan tumbuh rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Menurut Salim Djafar, selaku guru Koordinator acara flash mob ini mengaku sedikit minder yang awalnya melihat siswa siswi SMA Ta’miriyah di kasih tantangan untuk menghafal gerakan flash mob dalam waktu kurang dari satu jam saja.

“Saya mikir, cemas apa mereka bisa ya dikasih tantangan gitu, takut kalau mereka tidak kompak, tidak hafal gerakannya, tapi saat kedatangan pihak Polrestabes, alhamdulillah mereka bisa kompak dan semangat,” ujarnya dengan tertawa. (N/F: Alfa)