Festival Proyeksi 2018, Hadirkan Film Karya Filmmaker Surabaya.

actasurya.com – Festival Proyeksi 2018 kembali hadir, dimana menjadi lanjutan rangkaian Festival Proyeksi tahunan. Acara tersebut berlokasi di Wisma Jerman, Ruang Halle, Jl. Taman AIS Nasution 15, Kota Surabaya, Jumat (26/01) pukul 16.30 WIB. Sebanyak 7 komunitas filmmaker dengan karya film masing-masing turut berpartisipasi, namun terlebih dulu mensubmisi karyanya melalui panitia yakni, mahasiswa Universitas Airlangga prodi Ilmu Komunikasi. Komunitas pembuat film yang berkontribusi bersama acara ini adalah Click ITS, Epic Unitomo, Copi Film, Sinematografi Unair, Kofie Unesa, Kopi Production Stikosa AWS, serta Graha Sinema Untag.

Festival Proyeksi sendiri telah mencapai tahun ketiga penyelenggaraan, dimana konsep di tahun pertama adalah kompetisi, sedangkan untuk tahun setelahnnya non-kompetisi. “Film yang kita putar adalah film-film pendek karya komunitas filmmaker dengan genre film bebas, bisa drama, komedi, dokumenter. Untuk peserta bebas baik dari komunitas mahasiswa, pelajar, atau masyarakat umum,” ungkap Alvina selaku Festival Director acara Festival Proyeksi 2018

Jum (26/1) pukul 16.30 Pengunjung mulai berdatangan seiring dimulainya acara Festival Proyeksi 2018 di Wisma Jerma Ruang Halle, Jl. Taman AIS Nasution 15 Surabaya.

Acara dibagi dua sesi, pukul 16.30 WIB saat pemutaran film Sembarang (mereka yang tidak kasat mata) diiringi para pengunjung yang kian ramai. Dilanjutkan dua film berikutnya yakni, Hot Rush dan Annisa menjadi sesi pertama. Sempat terjadi kendala teknis saat pemutaran film ketiga, sehingga harus diputar dalam sesi kedua pukul 18.30 WIB.

Pada sesi kedua, lima film yang diputar yakni, Annisa, Penghujung Gelap, Kala, Ngapus(i), dan Hidup Segan Mati Tak Mau. Terdapat tujuh film yang diputar dalam acara ini, kesemuannya digawangi oleh sutradara Thoriq N. Hidayah, Alfaristo Prilarta Pioh Datau, Nadya Yudo, Muchammad Toyyib, Akhmad Saifuddin, Thobie Rahardian, serta Ade Dharma.

 

Mengutip dari pernyataan salah satu panitia penyelenggara, Festival Proyeksi ingin turut andil untuk memberikan pandangan baru terhadap film independen di masyarakat Surabaya. Sementara itu, tanggapan positif disampaikan oleh salah satu komunitas filmmaker. Dimana festival seperti ini positif bagi para pembuat film, sebagai tempat mendistribusikan dan menyuguhkan film karya mereka.

“Selama ini kan temen-temen buat film, selesai. Dengan adanya ajang-ajang seperti ini film-filmnya komunitas filmmaker Surabaya ini bisa lebih dinikmati dan diapresiasi orang lain. Harapannya acara-acara seperti ini bisa terus berjalan serta kesadaran para filmmaker Surabaya untuk terus berkarya,” ujar Greatha Gloria dari Kopi Production.

Pukul 19.30 WIB seluruh film telah selesai diputar, di penghujung acara terdapat sesi diskusi, dengan menghadirkan sutradara dari masing-masing film yang berpartisipasi. Para pengunjung diberi kesempatan untuk bertanya dan berkomentar baik mengenai keseluruhan mengenai satu film yang mereka tonton juga hal-hal teknis selama pembuatan film. Para Sutradara antusias menjawab pertanyaan yang diajukan, yang sesekali diselipkan canda gelak tawa pengunjung serta anggota komunitas.

Hingga akhirnya pada penutup acara, panitia mengumumkan Festival Proyeksi akan diadakan kembali pada 15 Februari 2018 mendatang. Dimana acara ini merupakan gelaran ketiga dan venue akan diumumkan, sedangkan pengumpulan karya film dibuka sampai tanggal 31 Januari 2018. (N/F:Erik Widiarmoko)