Duta Anti Narkoba Surabaya 2009

Dian Raseka Dan Aulia Naufal
Duta Anti Narkoba Surabaya 2009

Menyambut Hari Anti Narkotika Internasional, Gerakan Anti Narkotika (Granat) kota Surabaya gelar pemilihan Duta Anti Narkoba Surabaya 2009. Acara yang digelar Minggu (14/6) di Royal Plasa ini bertemakan “Mengabdi Untuk Masyarakat”. Yaitu mencari seorang pemimpin yang siap mengabdi untuk memberantas Narkoba.

Sebanyak 158 pelajar dan mahasiswa mengikuti tes tertulisdi Aula STIE Perbanas, Surabaya, Minggu (7/6). Selain tes tertulis, mereka juga menjalani tes diskusi tentang narkoba sebelum dipilih menjadi duta untuk kampanye antinarkoba.

Melalui beberapa rangkaian seleksi, akhirnya terpilih Dian Raseka dan Aulia Naufal sebagai Duta Anti Narkoba Surabaya 2009.

“Kita akan keliling dari kampus ke kampus untuk sosialisasi bahaya dari Narkoba. Selain itu, kita akan kerjasama dengan pihak terkait untuk menangani kasus Narkoba yang di temukan nantinya. Yang pasti akan mengabdi kepada masyarakat sepenuhnya,” papar keduanya.

Dian Raseka juga mengatakan bahwa tidak di pungkiri jika peredaran Narkoba sudah menyentuh anak-anak usia dini. “Narkoba bukan saja menjangkit mahasiswa, bahkan anak kecikpun sudah mengenal. Ini terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang barang haram tersebut,” terang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Unair usai acara.

Sedangkan Aulia Naufal sendiri tidak memungkiri jika hiburan malam salah satu tempat peredaran Narkoba. “Memang hiburan malam identik dengan Narkoba, maka dari itu kita akan bekerja sama dengan Dinas Budaya dan Pariwisata selaku pihak yang mengeluarkan ijin, untuk dapat bersama-sama mengawasi serta tidak ragu memberikan sanksi tegas jika ada yang tertangkap basah tempatnya menjadi ajang peredaran Narkoba,” ungkap Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi ini sambil tersenyum.

Dr. Eddy Herman S, Wakil ketua DPD Granat Jatim mengatakan bahwa peserta untuk tahun ini sangat memukau. “Adik-adik pelajar dan mahasiswa itu, sangat cerdas. Terbukti dalam menerima setiap materi yang diberikan, dapat dicerna dengan baik,” ujar Eddy.

Mereka nantilah yang akan menyampaikan langsung kepada masyarakat. “Sebagai penyambung lidah yang akan mensosialisasikan langsung kepada masyarakat. Selain itu, mereka juga memiliki hak untuk mengusulkan amandemen terkait undang-undang atau aturan terkait barang haram tersebut,” papar dokter polisi ini. (Naskah/Foto : Qusnul Tauhid)

 

One thought on “Duta Anti Narkoba Surabaya 2009