Dari Pesimis Jadi Jurnalis

Actasurya.com -“Hidup itu harus seimbang. Belajar ya belajar, main ya main,” itulah ucapan dari Hilda Meilisa Rinanda. Ia adalah satu dari tiga lulusan terbaik dari 92 wisudawan/wati pada Sidang Terbuka Senat Stikosa-AWS Sabtu (1/12).

Ia sangat bahagia saat mendengar namanya dipanggil oleh MC sekaligus masuk nominasi wisudawati terbaik, “Ndak ada kabar apa-apa, jadi murni surprise, ekspetasiku banyak yang nilainya lebih juga,” ucap wisudawati itu.

Hilda Meilisa Rinanda, wisudawati terbaik dari jurusan Jurnalistik Stikosa-AWS tahun 2018.

Mengenang saat masih di bangku kuliah perempuan yang akrab dipanggil Hilda memiliki prinsip dan mimpi yang tinggi, dimana mimpi itu kini telah terwujud. Mimpi untuk bekerja di media ternama, yakni Detik.com.

Ia sangat tertarik dengan media Detik.com, salah satunya karena upload beritanya yang cepat, “Aku tertantang aja sih, kan dia dalam segi pemberitaannya cepat. Aku pengen melihat kemampuanku, eh ternyata bisa-bisa aja sih,” cakap wanita berhijab ini.

Tidak hanya di Detik.com saja, tetapi ia juga terarik di media CNNIndonesia.com, Hilda tertarik karena segi pemberitaannya tak kalah bagus dengan Detik.com. menurutnya dua media tersebut adalah media impiannya.

Ternyata, saat duduk di bangku SMA (Sekolah Menengah Atas), Hilda sudah memiliki bakat menulis. Saat itu anak bungsu ini telah mengikuti ektrakulikuler Jurnalis, menurutnya ia terpanggil untuk menulis guna menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Karya tulisannya pertama kali dikenal khalayak saat mengikuti lomba Blogging Contest yang diadakan oleh Citra Harmoni Sidoarjo, kala itu ia tidak menyangka kalau akan menjadi juara, “Awalnya gak percaya diri, akhirnya aku ikut, eh taunya menang,” ujar wanita cantik ini.

Berikutnya ia mengikuti lomba Karya Tulis Wartawan yang diadakan oleh Pemprov Jatim. Walaupun sempat pesimis karena tulisan karyanya tidak diedit oleh redaktur. “Sempet pesimis, karna tulisanku kemarin tanpa diedit dan dipoles sama sekali sama redakturku,” jelasnya. Ia bersyukur, karena dari hasil lomba tersebut ia bisa membiayai kebutuhan-kebutuhan wisudanya

Ternyata dibalik keberhasilan perempuan kelahiran 7 Mei 1996 ini, ada sosok keluarga, teman dekat dan sahabat yang mendukung karirnya. Dukungan juga datang  dari sang kekasih yang kebetulan kakak dan sang kekasih juga wartawan muda di Surabaya. Oleh karena itu, ia merasa sangat didukung di lingkungannya.

Di luar pengalaman itu, Hilda juga pernah merasa jenuh akan rutinitasnya, namun ia mempunyai cara agar tidak terlalu terjerumus pada kejenuhannya sendiri, “Caranya jalan-jalan aja, kalau gak bisa luar kotaan juga bisa di dalem kota, main game di mall,” tuturnya.

Tak lupa, Hilda juga memberi pesan agar jangan lupa berorganisai, menurutnya organisasi bermanfaat bagi dirinya, ia bisa menjadi wartawan di Detik.com juga karena organisasi tempatnya bernaung memberikan link untuk bekerja di media yang menjadi impiannya itu.

“Pokoknya jangan lupa ikut organisasi, jangan setengah-setengah, kalau bolos ya bolos, kalau kuliah ya kuliah beneran,” tutupnya. (N/F: Kiki)