Dare to Create: Berani Untuk Membuat Video Kreatif

actasurya.com – Dewasa ini, banyak fitur teknologi yang bisa membuat video semakin keren dan terlihat canggih. Canggih dalam artian video tidak hanya tampil sebagai gambar berjalan saja, melainkan ia bisa muncul dalam berbagai bentuk. Hal ini karena didukung oleh banyaknya fitur dan aplikasi-aplikasi terbaru.

Dalam menggunakan fitur-fitur tersebut tentunya harus memahami teknik editing serta pengambilan gambar yang baik. Supaya fitur-fitur tersebut dapat kita gunakan dengan sempurna dalam merancang sebuah project video maka pada Rabu (9/5) kemarin, salah satu organisasi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS), Surabaya Muda (SM) mengadakan event yang bertemakan Creative Contect. Tujuan utamanya, karena ingin generasi muda di Surabaya berani membuat sebuah karya yang lebih kreatif.

Pada acara ini, SM mengundang Adbul Karim Al-Aziz (Leader Surabaya MV) dan Paulus Rizal (SONY Centra Digital). Dua orang pembicara tersebut, membeberkan kepada peserta yang hadir bagaimana konsep pembuatan video, teknik pengambilan gambar sampai editing video yang kreatif.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu pembicara jika akan membuat video yang jelas dan bisa dipahami ceritanya oleh masyarakat hendaknya membuat konsep terlebih dahulu “Adanya konsep video dapat mempermudah proses produksi dan membuat video memiliki alur yang jelas untuk bercerita,” cakap Abdul.

Acara yang dimulai dari pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB ini, berlangsung di Ruang Auditorium Stikosa-AWS. Peserta yang datang tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja, ada pula peserta dari beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Seperti Mohammad Rizky dari SMK PRAPANCA 2 Surabaya, ia mengaku senang bisa datang di event ini.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya, Ismojo Herdono (kanan) turut menghadiri workshop Dare to Create di ruang Audititorium (9/5).

“Senang bisa mengikuti workshop ini karena berguna ilmunya untuk anak muda, dan disekolah belum pernah diajari seperti ini,” ujarnya.

Bima Alif Ramadhan, ketua pelaksana, berharap acara yang mereka buat bisa diterapkan dalam membuat video. “Supaya mereka jika membuat suatu video atau content itu ada maknanya gak asal-asalan dan bisa jadi ada nilai jualnya,” tutupnya. (N/F: kiki/doc pribadi)