Cak Ning, Duta Pariwisata Surabaya

actasurya.com – Mengerti seluk beluk Kota Surabaya, serta mencintai wilayah Kota Surabaya. Menjadi wadah explore para pemuda Surabaya, melestarikan Budaya dan Pariwisata di Surabaya. Hal-hal itu merupakan syarat menjadi Duta Pariwisata atau yang biasa disebut Cak dan Ning.

Mengenakan blangkon yang menutupi sebagian kepalanya, serta paduan beskap putih dan kain batik melingkupi kakinya. Raut wajah sumringah serta senyum bibirnya menghias paras Husni Mubarok, salah satu dari 15 pasang Cak Surabaya.

Pria kelahiran 23 tahun silam ini, kini menyandang status Duta Pariwisata Surabaya dan dikenal sebagai Cak Husni. Tak hanya menjadi Cak, Husni ternyata juga memiliki sebuah kedai bakso yang cukup terkenal di Surabaya yaitu Bakso Abah Killer. Dirinya mengaku, selain mengikuti Cak dan memiliki usaha sendiri, dia juga melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa di STIE Perbanas Surabaya.

Pria ini menepis asumsi masyarakat yang mengatakan bahwa mengikuti Cak Ning dapat menghambat pendidikan. “Kalau menurut saya itu salah, karena terbukti saya lulus kuliah hanya 3.5 tahun,” tuturnya.

Tak mau kalah dengan Husni, Astrid Amidiaputri Hasyyati juga juga resmi dideklarasikan sebagai Ning Surabaya. Mahasiswi semester 6 jurusan hukum ini awalnya tidak menyangka dirinya akan terpilih menjadi Duta Pariwisata. “Awalnya engga nyangka, mbak. Tapi karena dari awal sudah niat dan usaha, saya bersyukur akhirnya terpilih,” cakap perempuan yang hobi membaca ini.

Saat diwawancarai, pasangan Cak dan Ning ini menjelaskan beberapa program kerja mereka. Program kerja itu meliputi kegiatan sosial, kreativitas karya untuk Surabaya, blusukan ke kampung-kampung dan pemajuan budaya pariwisata di Surabaya.

“Agar Surabaya masih terjaga harmonisnya, tidak ada perpecahan dan tetep terjaga sedulur-nya,” harapan Cak Ning sebagai penutup. (N/F : Kikik, Sasa)