Berdirinya kampus Akademi Wartawan Surabaya (AWS) pada tahun 1964, merupakan cermin dari lahirnya media internal kampus yang lahir dengan nama Acta Surya. Konon, media ini didirikan atas inisiatif beberapa mahasiswa sebagai bentuk penyikapan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada waktu itu.
Diantara mereka, ada nama Amak Syarifuddin, pendiri sekaligus pemimpin redaksi pertama Acta Surya. Bersama teman-teman seangkatan, dia merias wajah media ini menjadi sebuah media internal kampus yang disegani di Surabaya.
Asal kata Acta Surya
Acta berasal dari bahasa Yunani Acta Diorna. Yaitu sebuah catatan atau berita. Sedangkan Surya adalah singkatan dari “Surabaya”. Jadi kalau digabungkan berarti “Sebuah Catatan atau Berita Surabaya”.
Acta Surya sempat mengalami masa kejayaan. Misalnya di tahun 1998, media kampus yang memiliki ijin penerbitan 17 Maret 1966 ini, sempat jadi media cetak yang secara distribusi tak lagi berkutat di wilayah internal kampus. Tapi tembus ke sebagian Surabaya dan sekitarnya. Dinamika gerakan mahasiswa kala itu, membuat Acta Surya yang banyak ‘terlibat’ dalam gerakan pro demokrasi jadi wacana tersendiri.
Kedekatan tim redaksi Acta Surya dengan beberapa jurnalis senior Surabaya dan Jakarta pada tahun 1990-an, juga melahirkan banyak aktifitas formal dan non formal yang cukup positif. Beragam forum diskusi jurnalistik lahir di jantung Stikosa-AWS, lalu berkembang jadi agenda wajib sebagian aktifis penerbitan kampus Surabaya.
Menghadang Geliat Zaman
Pergantian waktu tampaknya juga berdampak pada aktivitas Acta Surya saat ini. Dengan segenap potensi yang dimiliki, organisasi penerbitan kampus ini menjajal gerak langkahnya semakin maju, seiring perkembangan masa dan tekhnologi.
Selain mencoba konsisten terbit dalam format cetak, Acta Surya yang sejak awal muncul dengan spirit dari, oleh, dan untuk mahasiswa, kini, kembali mengeksplorasi potensi yang ada. Dan inovasi-inovasi untuk mengembalikan pamor Acta Surya yang kian hilang ditelan zaman, kembali ditegakkan. Meski susah dan berat bukan kepalang, tapi ini bukan pekerjaan menegakkan benang basah. Bisa, hanya masalah waktu.
Konkritnya, redaksi telah membuat lahan baru untuk pembelajaran menulis bagi anggota barunya berupa Acta Surya On the Board, mengefektifkan kembali penerbitan majalah Acta Surya serta memperbaiki jalinan hubungan baik secara emosional dan dalam konteks dunia kerja dengan para alumni dan media kampus lain. Dan satu hal yang pasti, kegiatan off print akan disemarakkan lagi guna menambah wawasan bagi anggota tercinta Acta Surya. Jika ada hal lain, adalah Actasurya.com. Majalah online yang kini sedang Anda nikmati.
Acta Surya