Ayo Rek Dolanan, Menjadikan Tunjungan Ikon Kebudayaan

actasurya.com – Minggu pagi kemarin (12/2), ramainya lalu lintas kendaraan di Jalan Tunjungan Surabaya tergantikan dengan ramai canda tawa anak-anak yang medengarkan dongeng dan bermain permainan tradisional. Suasana ini tercipta karena adanya kegiatan Ayo Rek Dolanan di sepanjang jalan yang juga merupakan area Car Free Day (CFD) ini.

Ayo Rek Dolanan adalah kegiatan yang digelar oleh beberapa komunitas di Surabaya, salah satunya adalah Komunitas Kampung Dolanan Surabaya. Komunitas-komunitas yang ada dalam kegiatan ini kompak bergabung karena memiliki harapan yang sama, yaitu menjadikan Jalan Tunjungan sebagai  ikon kebudayaan.

“Karena tujuan kami (komunitas-komunitas) sama yaitu membangkitkan Tunjungan sebagai ikon Surabaya. Kami sih berharap nantinya Tunjungan dapat menjadi ikon kebudayaan di Surabaya,” tutur  Mustofa Sam dari Komunitas Kampung Dolanan.

Dalam kegiatan ini, ada banyak sekali jenis permainan tradisional yang disuguhkan dan dapat dimainkan. Di antara permainan itu ada gobak sodor, patil lele dan congklak.  Di sini juga disediakan buku-buku yang boleh dibaca oleh semua orang saat CFD.

Selain itu, disuguhkan juga pementasan dongeng oleh salah satu pegiat literasi di Surabaya, yaitu Handoko. Setiap minggunya, ia akan membawakan dongeng dengan tema yang berbeda-beda.

“Setiap minggu saya akan ada di sini, membawakan dongeng untuk anak-anak. Temanya berbeda-beda, pokoknya disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak,” terang Handoko.

Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan rutin setiap minggu pagi saat CFD di Tunjungan ini mendapat respon positif dari warga Surabaya. “Bagus, anak-anak itu supaya nggak main hp terus. Biar bergerak juga badannya. Setiap minggu saya bawa anak saya ke sin,” ucap Ifa, warga Ketandan Bong Surabaya.

Di antara banyaknya anak-anak yang ikut berpartisipasi, ada anak-anak dari RT 04/RW 02 Jalan Kenjeran yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan Ayo Rek Dolanan. Bahkan mereka sampai merajuk pada pengurus Karang Taruna setempat dan rela menyewa lyn sendiri.

“Anak-anak itu semangat sekali pergi ke sini. Mereka itu ngajakin terus sampai mereka bilang mau sewa kendaraan sendiri untuk ke Tunjungan. Akhirnya kita antar,” cerita Iin Sofia, anggota Karang Taruna. (N/F : Darso,Titis)