AWS Radio, Siapkan Penyiar Kreatif di Era Millineal

Etik Rahayu salah satu peserta yang berasal dari SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, sedang membaca script di depan peserta dan para tamu.

Actasurya.com – AWS Radio kembali menyelenggarakan kompetisi announcer bagi kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Mahasiswa/I, yang bertajuk Frekuensi Radio Announcer Competition dengan mengusung tema Kreatifitas Announcer di Era Milenial. Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 28 April 2019, berlokasi di M Radio, Jl. Ngagel Madya No. 15-15A Surabaya.

Acara tersebut, diikuti oleh 29 peserta dari berbagai SMA, SMK maupun Universitas, baik dari Surabaya maupun dari luar kota. Sebelum kompetisi dimulai, para peserta akan dibekali terlebih dahulu tentang bagaimana menjadi seorang penyiar yang handal, serta  sesi berbagi pengalaman, bersama Tika Sulistya dari Jeje Radio Surabaya dan Fitri Rianti dari RRI Surabaya.

Dalam kompetisi ini, peserta akan membacakan naskah script yang telah mereka buat terlebih dahulu, yang bertema bebas. Saat peserta usai memebacakan naskahnya, akan di lakukan langsung penilaian oleh kedua dewan juri yaitu, Tika Sulistya dan Fitri Rianti. Adapun beberapa penilaian yang digunakan seperti, artikulasi, intonasi, pelafalan para peserta.

Berbagai latar belakang pendidikan yang mengikuti kompetisi tersebut. Seperti Aureliasyania Prabowo salah satu mahasiswi UNAIR jurusan Ilmu Komunikasi ini,  mengaku jika adanya kompetisi penyiar serta berbagi pengalaman ini, sangat membantu untuk mengasah keahlihanya dalam bidang penyiaran dan lebih tahu lagi pengalaman lain, baik dari juri, maupun  peserta .

“Acara ini sangat membantu untuk meningkatkan skill announcer, karena kalo gak ada pengalaman di luar juga bakalan lebih susah meningkat. Kalo sudah mengikuti kita jadi tau kurangnya di mana, lalu bisa diperbaiki,” ujar mahasiswi semester dua ini.

Tujuan dilaksanakan acara ini Rafdi Hananto selaku Ketua Pelakasana berharap, dari  diadakannya kompetisi, serta sesi sharing ini agar radio tidak kian redup. Mengingat tingkat minat pendengar radio kini, semakin menurun. “Biar radio eranya lebih bagus lagi dan terus berkembang, apalagi sekarang kan era radio sedang menurun” harapnya. (N/F: jel/sla)