Aksi Setelah Teror Bom: Suroboyo Wani, NKRI Harga Mati

actasurya.com – Beberapa organisasi dari elemen agama di Surabaya, Jawa timur melakukan aksi melawan tindak terorisme yang terjadi tadi pagi (Minggu, 13 Mei 2018). Aksi tersebut sebagai bentuk keberanian dan tidak adanya rasa taku dari berbagai elemen masyarakat terhadap teroris. “Suraboyo Wani”  digaungkan di Taman Apsari Surabaya pada pukul 19.00 wib.

Selain itu, aksi ini juga untuk mendoakan para korban bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya. Sampai saat ini korban berjumlah 13 orang meninggal dan 43 orang luka-luka.  Gereja itu yakni,  Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercelah Ngagel,  Gereja Pantekosta Arjuno, dan Gereja GKI di Jalan Diponegoro.

Aksi ini diawali dengan menyalakan lilin, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri,  lalu doa yang dipimpin oleh Pendeta Sudidarma dari BAMAG JATIM,  dan dilanjutkan orasi dari perwakilan beberapa organisasi.

” Sebenarnya kita sangat berharap dari kejadian demi kejadian pemerintah harus nyata hadir, khususnya aparat keamanan. Kita harus terus dukung aparat kepolisian untuk  mengungkap siapa aktor dibelakang semua ini,” ujar Pendeta Sudidarma dalam orasinya.

Aksi ini diikuti oleh berbagai macam komunitas dan organisasi masyarakat, seperti GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan  Forum Beda Tapi Mesra.

Pendeta Sudidarma memimpin doa di Aksi Suroboyo Wani, di jalan Taman Apsari (13/5) malam tadi.

Aksi ini diakhiri pukul 20.35 WIB dan ditutup doa bersama oleh seluruh relawan aksi yang hadir.

(N/F: Alifia,Agathon)