Bingkai Pembenahan Dolly hingga Keelokan Pesisir Bulak

actasurya.com – Duduk bersila, seorang anak laki-laki yang mengenakan kaos oblong kuning sedang asyik bercengkrama dengan buku, air mukanya nampak serius. Diikuti teman-temannya, terlihat ia sedang berada dalam sebuah ruangan penuh dengan warna. Majalah dinding bertempelkan kertas warna warni, rak yang berisikan buku-buku serupa warna pelangi, pun juga hiasan dinding beraneka aksen menarik khas anak-anak. Di sudut lain, ada pula potret beberapa anak yang sedang tersenyum riang belajar tari. Wajah polosnya memancarkan kebahagiaan dan rasa ingin tahu.

Begitulah gambaran singkat  beberapa potret eks Lokalisasi Dolly yang berhasil dibingkai Himpunan Mahasiswa Penggemar Fotografi (HIMMARFI) dalam sebuah mahakarya pameran. Dollyferent, begitulah kiranya mereka memberinya tajuk. Bercerita akan Dolly yang kini mulai berbenah, pun juga Dolly yang menjelma menjadi kampung seni mural dan kampung yang sekarang melahirkan banyak produk unggulan. Tak ketinggalan, Dollyferent juga berkisah tentang aktivitas anak-anak di Dolly yang semangat gapai masa depannya yang lebih cerah.

Pameran yang dihelat di Sentra Ikan Bulak ini dibuka pada tanggal 9 hingga 10 April. Pameran ini turut mewarnai serangkaian acara #BulakFest2016 yang diadakan Kecamatan Bulak bekerjasama dengan komunitas #bicaraSurabaya. Tak hanya mengusung tema tentang pembenahan Dolly saja, Himmarfi juga menyuguhkan kisah apik tentang Sunrise di Bulak.

Sunrise melambangkan nafas kehidupan, sang denyut nadi yang mengawali hari, juga berarti semangat dan hangat. Selaras dengan apa yang ingin dikisahkan 12 anggota Himmarfi dalam sebuah lukisan yang tertoreh dari bidikan kamera. Beberapa potret juga bertutur tentang kehidupan nelayan di pesisir pantai, tak ketinggalan, sepotong fajar yang memesona turut menjadi latar dalam eloknya paras laut.

Ada pula seberkas cahaya terang yang menghasilkan siluet beberapa nelayan yang baru pulang berlayar. Mentari pun terlihat tepat di belakang punggung mereka yang sedang memindahkan ikan. Juga ada potret kisah warga di kampung nelayan Bulak yang sehari-harinya bergelut dengan hasil tangkapan dari laut.

“Sunrise of Bulak berarti perubahan yang lebih baik di daerah Kenjeran sendiri,” ujar Ainun Arif D.S, Ketua Umum Himmarfi.

Sebanyak 39 karya bertemakan Dollyferent dan 49 foto seputar Sunrise of Bulak disuguhkan disini. Pameran yang digelar di lantai dasar Sentra Ikan Bulak ini tak hanya diikuti perwakilan anggota Himmarfi saja. Turut bergabung pula, Budi Sugiharto, Kepala Biro detiksurabaya.com yang mana juga merupakan alumni Himmarfi.

Dengan bertutur penuh semangat, Reiffia S. Dwiyoto, Ketua Pelaksana, mengaku bangga bisa menghelat pameran di tempat ini. “Senang bisa pameran disini. Karena ini kali pertama pameran di pasar ikan. Semoga bisa menjadikan anggota Himmarfi lebih semangat lagi dalam berkarya,” tutup mahasiswa semester 4 yang juga akrab disapa Rei ini. (N/F: Hilda/Haris)